Psikotes: Cara Cepat Menggambar Manusia/Orang Yang Benar

Sudah merupakan hal yang biasa dalam setiap penerimaan disuatu instansi pemerintah maupun swasta menyediakan tes psikotes (psikologi) dalam proses seleksi karyawan baru maupun dalam rangka kenaikan jabatan/gaji.

Pada ulasan kami sebelumnya kami sudah menjelaskan tentang contoh soal psokotes PT Jasaraharja. Dan pada saat ini di topik yang sama yaitu psikotes kami akan mencoba menguraikan tentang cara cepat dalam menggambar manusia/orang yang benar dalam sebuah tes psikotes.

Seringkali dalam tahap psikotes, calon karyawan akan diminta untuk menggambarkan manusia/orang.
Tes psikotes gambar manusia memiliki maksut dan tujuan untuk mengetahui dan mendalami rasa percaya diri, rasa tanggung jawab, dan juga ketahanan calon pelamar di dalam suatu pekerjaan.

Bagi Anda yang mungkin belum mengenali psikotes seri menggambar manusia yang benar, silahkan baca dan pahami beberapa tips berikut ini.

1. Gambarkan Sesuai Dengan Jenis Kelamin

Saat diminta untuk menggambar manusia, maka gambar manusia sesuai dengan jenis kelamin.

Jika Anda seorang laki-laki maka gambarlah objek laki-laki tetapi jika Anda seorang perempuan maka gambarlah objek perempuan. 

Saat akan memulai menggambar, upayakan agar gambar berada ditengah-tengah kertas kerja agar tetap terlihat simetris.

2. Gambar Secara Utuh

Hal yang perlu untuk dihindari saat menggambar manusia adalah menggambar dalam bentuk kartun atau sebatas sketsa.

Gambar yang akan Anda buat harus menyerupai seperti manusia yang utuh dan semua organ tubuh lengkap dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Beberapa organ tubuh tertentu kadang luput dari perhatian calon pelamar seperti mata, tangan, hidung, dan jari. Jadi sebaiknya Anda untuk tidak mengabaikannya dalam menggambar.

3. Profesi

Karakter maupun profesi objek yang akan Anda gambar harus jelas. Kejelasan profesi objek sangat mudah untuk dikenali dari segi berpakaian maupun kelengkapan aksesoris objek yang dikenakan oleh gambar

Dan yang terpenting, ekspresi dalam gambar tersebut harus menunjukan keceriaan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam melaksanakan pekerjaannya.

4. Aktifitas dan Posisi Objek

Jangan terlalu kaku dalam menggambar objek manusia. Anda memiliki kebebasan dalam mengatur posisi objek yang sedang melakukan aktifitas, misalnya sedang berdiri, duduk, berlari, menulis, berbaring dan lain sebagainya.

Sebaiknya gambarlah objek seolah-olah sedang melakukan aktifitasnya yang sesuai dengan profesi yang dimiliki.

Namun harus sesuai dengan keterampilan yang Anda miliki agar gambar tetap terlihat natural tidak dibuat-buat.

5.  Penekanan Garis gambar

Seperti yang telah kami jelaskan di atas suatu gambar dalam tes psikologi memiliki makna tertentu mengetahui kepribadian seseorang (calon pelamar). Anda harus hati-hati di dalam penekanan-penekanan tertentu pada gambar tersebut.

Upayakan agar terlihat rileks dan jangan terlalu memberikan penekanan secara berlebihan pada wajah karena justru akan menunjukan kesan bahwa Anda merupakan orang yang tidak memiliki rasa percaya diri.

Begitu juga dengan ukuran gambar, jangan menggambar terlalu besar karena penilaian untuk orang yang menggambar terlalu besar menunjukan bahwa orang tersebut merupakan orang yang dominan

Dan yang terakhir upayakan supaya Anda menggambar tangan dengan terbuka dan memperlihatkan detail jari tangan.

KLIK MENDAPATKAN PANDUAN WAWANCARA DAN SOAL PSIKOTES



Fast Respons Hubungi kami di 
085649228384


psikotes, soal psikotes, soal tes kerja, contoh soal psikotes, soal-soal psikotes, tes cpns, tes psikologi, tes psikotes, soal tes cpns, contoh psikotes, contoh tes psikotes, soal tes psikologi, contoh soal tes cpns, soal psikotes kerja, psikotes online, tes psikolog, contoh tes psikologi, soal tes psikotes, download soal psikotes, tes psikotes kerja, contoh soal tes psikotes, tes psikotes online, soal-soal tes cpns, tes psikologi online, soal psikologi, contoh soal psikotes kerja, psikotes kerja, contoh soal psikologi, contoh psikotes kerja, contoh soal-soal psikotes, soal psikotes online, contoh soal psikotes bank, contoh soal tes psikologi, soal-soal psikotes kerja, soal2 psikotes, contoh tes psikolog, contoh tes psikotes kerja, tes psikotes kepribadian, pertanyaan psikotes, soal tes psikologi kepribadian, tips psikotes, tes kerja, tes psikotes online gratis, tes psikotest, contoh soal psikotes umum, soal soal psikologi, contoh soal psikotes matematika, soal psikolog, contoh-contoh soal psikotes, soal psikotes bank, latihan soal psikotes, soal psikotes matematika, soal-soal cpns terbaru, 

Contoh Soal Psikotes PT JASA RAHARJA (Persero) Bentuk Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

Sejarah Singkat PT JASA RAHARJA (Persero)

Banyak perusahaan milik negara salah satunya adalah PT JASA RAHARJA (Persero). BUMN yang memiliki citra dan prestasi yang tidak perlu dipertanyakan lagi dan manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak masyarakat di negeri ini.

Adapun yang menjadi rentetan sejarah terbentuknya PT JASA RAHARJA (Persero) tidak terlepas dari adanya suatu peristiwa pengalihan atau nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik kolonial Belanda oleh Pemerintah RI.


Pada awal berdirinya ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No.3 tahun 1960, Pengumuman Menteri Urusan Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan RI No.12631/BUM II tanggal 9 Februari 1960, ada sedikitnya 8 (delapan) perusahaan asuransi milik negara yang ditetapkan sebagai Perusahaan Asuransi Kerugian Negara (PAKN) dan sekaligus diadakan pengelompokan dan penggunaan nama perusahaan sebagai berikut :

* Fa. Blom & Van Der Aa, Fa. Bekouw & Mijnssen, Fa. Sluiiters & co, setelah dinasionalisasi digabungkan menjadi satu bernama PAKN Ika Bhakti.

* NV. Assurantie Maatschappij Djakarta, NV. Assurantie Kantoor Langeveldt-Schroder, setelah dinasionalisasi digabungkan menjadi satu, dengan nama PAKN Ika Dharma.

* NV. Assurantie Kantoor CWJ Schlencker, NV. Kantor Asuransi "Kali Besar", setelah dinasionalisasi digabungkan menjadi satu, dengan nama PAKN Ika Mulya.

*  PT. Maskapai Asuransi Arah Baru setelah dinasionalisasi diberi nama PAKN Ika Sakti.

Kemudian pada tahun 1994, bersamaan dengan diterbitkan UU No.2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, yang antara lain mengharuskan bahwa Perusahaan Asuransi yang telah menyelenggarakan program asuransi sosial mendapatkan larangan menjalankan asuransi lain selain program asuransi sosial, maka terhitung mulai tanggal 1 Januari 1994 Jasa Raharja melepaskan usaha non wajib dan surety bond dan kembali menjalankan program asuransi sosial yaitu mengelola pelaksanaan UU. No.33 tahun 1964 dan UU. No.34 tahun 1964

Contoh Soal Psikotes PT JASA RAHARJA (Persero) Bentuk Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin merupakan satu diantara enam belas (16) bentuk soal psikotes yang umum ditanyakan dalam tes psikotes kerja. Mengapa disebut tes koran hal ini dikarenakan angka-angka yang tersusun rapi disajikan dalam sebuah lembar kertas besar yang menyerupai koran.

Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin pertama sekali diperkenalkan dan dikembangkan oleh seorang psikiater terkenal bernama Emil Kraepelin




Cara Menjawab Soal Psikotes Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin 

Coba perhatikan gambar di atas (Contoh soal Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin), angka yang telah dicetak tebal merupakan jawaban yang benar yang diperoleh dari hasil penjumlahan dua bilangan yang berdekatan (atas ditambah dengan yang di bawah) contoh 4+5 = 9 ; 1+0=1 dan seterusnya.

Apabila hasil dari penjumlahan ternyata lebih dari satu digit maka yang ditulis hanya angka terakhir saja. Misalnya 9+1=10 (bisa dituliskan 0 saja) begitupun 9+7=16 (maka yang dituliskan 6 saja). Namun tetap juga mendenarkan intruksi dan juga petunjuk dari panitia seleksi (personalia) apakah hanya digit terkhir saja atau dua digit dituliskan langsung.

KLIK UNTUK MENDAPATKAN PANDUAN WAWANCARA DAN SOAL PSIKOTES


FAST RESPONS
085649228384

psikotes kerja, contoh soal tes psikotes, tes psikotes online, soal-soal tes cpns, tes psikologi online, soal psikologi, contoh soal psikotes kerja, psikotes kerja, contoh soal psikologi, contoh psikotes kerja, contoh soal-soal psikotes, soal psikotes online, contoh soal psikotes bank, contoh soal tes psikologi, soal-soal psikotes kerja, soal2 psikotes, 

Cara Menjawab dan Contoh Soal Psikotes Deret Angka

Soal psokotes : Di dalam mengejakan soal-soal psikotes seri deret angka yang menjadi penilaian adalah ketepatan jawaban yang Anda berikan.

Hal ini bisa tercermin dari tingkat ketelitian dan analisa Anda saat mengerjakan dan menjawab soal psikotes tersebut.

Cara Mudah Mengerjakan Psikotes Deret Angka (Seri Logika Aritmatika) :
 Cara Menjawab dan Contoh Soal Psikotes Deret Angka
Perlu untuk Anda perhatikan bahwa dalam mengerjakan soal psikotes yang berbentuk deret angka atau psikotes deret hitung jangan terpaku pada 3-4 angka terdepan dalam deret angka tersebut, namun coba melihat deret angka secara keseluruhan karena kemungkinan pola deret mengalami perubahan deret. Jadi bisa saja dikelompokkan secara berurutan maupun loncat.

Biasanya waktu yang diberikan panitia selaksi untuk mengerjakan soal psikotes (termasuk soal deret) itu sangat terbatas, maka sebaiknya jangan membuang banyak waktu untuk mengerjakan satu soal psikotes yang mungkin sulit untuk Anda kerjakan.

Maka lebih baik lompati soal tersebut dan segera beralih ke soal yang lebih mudah untuk dipecahkan.

Upaya yang bisa Anda lakukan jauh hari sebelum menghadapi ujian maupun tes psikotes deret angka/hitung ini adalah dengan berlatih psikotes secara keras melalui berbagai media seperti buku psikotes, ebook psikotes yang bisa di download baik secara gratis maupun yang premium.

Nah untuk itu di sini ada sedikit soal deret mewakili soal deret hitung yang bisa Anda pelajari (jawab). Namun kami juga sudah memberikan jawaban soalnya (silahkan dicocokkan dengan jawaban Anda)

Soal berikut ini merupakan soal simulasi maka untuk mendapatkan hasil yang lebih real sebaiknya selesaikan 5 soal deret hitung ini dalam tempo 2 menit saja.

PERTANYAAN SOAL PSIKOTES DERET ANGKA

1. Seri angka : 18 16 14 19 17 15 selanjutnya …

A. 13

B. 11

C. 10

D. 21

E. 20

2. Seri angka : 22 26 23 27 24 selanjutnya …

A. 26

B. 27

C. 28

D. 31

E. 22

3. Seri Angka : 80 60 41 24 10 selanjutnya …

A. 8

B. 6

C. 4

D. 2

E. 0

4. seri Angka 18 16 0 19 17 0 selanjutnya …

A. 20 18

B. 22 20

C. 18 20

D. 21 18

E. 23 19

5. Seri Angka : 33 7 10 32 8 12 31 selanjunta …

A. 9 30

B. 11 30

C. 10 30

D. 9 14

E. 9 13



1. Seri 18 16 14 19 17 15 21 memiliki selisih -2,-2,+5,-2,-2,+5 dst. Jawaban E.

2. Seri 22 26 23 27 24 28 memiliki selisih +4,-3,+4,-3,+4 . Jawaban C.

3. Deret Angka 80 60 41 24 10 0 memiliki selisih -20 -19 -17 -14 -10 ( selisih ini turun 1,2,3,4 dst). Jawabab E.

4. Ada 2 seri angka. 18 19 20 dan 16 17 18 dengan penyela 0. Jawaban A.

5. Ada tiga seri angka. 33 32 31 dst. 7 8 9 dst dan 10 12 14 dst. Jawaban D


KLIK UNTUK MENDAPATKAN PANDUAN WAWANCARA DAN SOAL PSIKOTES

FAST RESPONS 085649228384

psikotes kerja, contoh soal tes psikotes, tes psikotes online, soal-soal tes cpns, tes psikologi online, soal psikologi, contoh soal psikotes kerja, psikotes kerja, contoh soal psikologi, contoh psikotes kerja, contoh soal-soal psikotes, soal psikotes online, contoh soal psikotes bank, contoh soal tes psikologi, soal-soal psikotes kerja, soal2 psikotes, 

Cara Cepat Mengerjakan Soal Psikotes Matematika (Hitungan)

Soalsoalpsikotes: Ketika Anda berjumpa dengan soal-soal psikotes kerja maka kemungkinan Anda akan menjumpai soal matematika (hitungan) di dalam soal psikotes tersebut.

Bagi yang sudah biasa menjawab soal psikotes deret, aritmatika dan jenis soal psikotes matematika lainnya pasti bisa dengan mudah dengan jenis soal ini. Lalu bagaimana dengan orang yang masih awam dengan soal matematika (hitungan).
Cara Cepat Mengerjakan Soal Psikotes Matematika (Hitungan)

Pada kesempatan ini akan dijelaskan cara mengerjakan soal-soal berpola hitungan atau matematika di soal psikotes kerja.

Tips pertama yang patut Anda lakukan adalah mulailah mengerjakan soal-soal hitungan dari yang paling mudah terlebih dahulu

Permasalahannya jika ternyata tidak ada soal-soal psikotes hitungan  yang mudah untuk dikerjakan, lalu apa yang akan Anda lakukan? Nah Anda tidak perlu cemas karena pihak pembuat soal tidak mungkin memberikan soal-soal tes yang tidak bisa dijawab.

Banyak jenis soal hitunga dari yang paling mudah seperti 7-5=……., 12-2=…., 9×5=… tentu jenis soal hitungan seperti ini bisa Anda kerjakan.

Lalu bagaimana bila soal hitungannya berbentuk deret hitung? Anda tidak perlu khawatir karena jenis soal seperti ini juga pasti bisa dikerjakan dan ada jawabannya hanya saja Anda harus mengikuti alur jalan pengerjaan soal yang lebih panjang lagi.

Misalkan bentuk soal seperti ini, 8, 17, 33, …, …, 257. Hal yang harus Anda pikirkan yaitu bagaimana ada angka 17 setelah 8? Anda bisa mengkalikannya dengan 2, dan hasilnya adalah 16, tidak sesuai dengan bentuk soal. Dan Anda bisa mencoba menyelesaikan soal tersebut dengan mengkalikannya dengan 2 dan setelah itu tambahkan dengan 1, misalnya 8 x 2 + 1, dan hasilnya pasti 17. Lantas bagaimana dengan 33, 17 x 2 kan bukan 33. Maka kemungkinan besar adalah jika 16 x 2 + 1. Dan nyatanya jawaban-jawaban ini pas, sebab untuk angka selanjutnya ada angka 257 yang memang didapati dari 2 deret hitung sebelumnya. 32 x 2 + 1.

Pola pemikiran seperti yang sudah diuraikan untuk mengerjakan soal hitungan di atas mungkin tidak mudah dimengerti bagi Anda yang belum terbiasa menjawab soal-soal deret angka sepert di atas.

Perlu diketahui bahwa disini tidak perlu banyak rumus yang digunakan yang terpenting adalah jawaban benar dan Anda dapat menyelesaikan soal dengan cepat dan tepat.

Soal hitungan dalam psikotes kerja tidak hanya dalam bentuk deret angka, soal hitungan matematika juga bisa dalam bentuk soal cerita.

Dan terkadang untuk menjawab satu soal tidak bisa dikerjakan dengan satu langkah saja bahkan ada yang sampai menggunakan banyak langkah

Contoh lain soal hitungan matematika psikotes dalam bentuk soal cerita. “Kalau seorang pebisnis mempunyai 3 buah truk. Setiap hari truk itu mengangkut barang dengan muatan 12 ton. Berapa % keuntungan yang akan didapatkan oleh sang pebisnis dalam satu bulan kalau untuk sekali jalan ia mengeluarkan dana sebesar 200 ribu/truk? Ia meminta bayaran sebesar 500 ribu untuk sekali angkut pertruknya.”

Untuk menjawab soal di atas membutuhkan beberapa cara, langkah pertama Anda harus mencari berapa besar modal yang memang harus dikeluarkan oleh sang pembisnis, setelah itu Anda harus mendapatkan nilai persen dari hasil tersbeut, dan itu artinya keuntungan yang diperoleh si pembisnis dibagi modal dan setelah itu dikali 100%.

Untuk menjawab satu soal saja caranya cukup panjang, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang besar dalam mengerjakan soal hitungan seperti ini.

Namun Anda jangan menyerah dulu dalam mengerjakan soal ini. Terkadang Anda bisa menggunakan logika sehari-hari bila berjumpa dengan bentuk soal seperti ini.
Soal seperti ini tidak boleh Anda pikirkan secara lebih mendalam, sama halnya seperti kata-kata yang diungkapkan oleh orang-orang yang jenius yang tergabung di dalam Mensa, sebuah organisasi yang tergolong pada orang-orang yang memiliki IQ lebih dari 140.

Mereka mengatakan, bahwa mereka mengerjakan soal dengan hatinya, dan bukan dengan menggunakan otak. Itu artinya, cara mereka dalam memandang soal dan memperkirakan jawabannya memang sangat bergantung pada seberapa sering menghadapi soal yang sama.


KLIK UNTUK MENDAPATKAN PANDUAN WAWANCARA DAN SOAL PSIKOTES


FAST RESPONS 0856 4922 8384

soal-soal psikotes kerja, soal2 psikotes, contoh tes psikolog, contoh tes psikotes kerja, tes psikotes kepribadian, pertanyaan psikotes, soal tes psikologi kepribadian, tips psikotes, tes kerja, tes psikotes online gratis, tes psikotest, contoh soal psikotes umum, soal soal psikologi, contoh soal psikotes matematika, soal psikolog, contoh-contoh soal psikotes, soal psikotes bank, latihan soal psikotes, soal psikotes matematika, soal-soal cpns terbaru, 

Contoh Soal Psikotes/TPA PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I II III IV Gratis

Sejarah Singkat PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang dua per tiga wilayahnya adalah perairan dan berada pada posisi silang jalur perdagangan dunia. Oleh sebab itu fungsi pelabuhan memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi maupun mobilitas sosial, perdagangan dan jasa diwilayah kepulauan seperti Indonesia. Dan memang perlu kita sadari pelabuhan menjadi ujung tombak salah satu faktor terpenting dalam menjalankan roda perekonomian suatu negara.

Bermula pada tahun 1960 sistem pengelolaan pelabuhan di Indonesia telah dilaksanakan oleh pemerintah sendiri melalui Perusahaan Negara (PN) I sampai dengan PN VIII. Kemudian terjadi beberapa perubahan dalam proses perkembangannya, pada tahun 1964 aspek operasional Pelabuhan dikoordinasikan oleh lembaga pemerintah yang disebut Port Authority sedangkan dalam aspek komersial tetap dipegang oleh PN Pelabukan I sampai Pelabuhan VIII.


Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1969 yang berisi pengelolaan pelabuhan umum dilakukan oleh Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP). Perubahan demi perubahan terus terjadi, pada tahun 1983, BPP diubah kembali menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Pelabuhan yang dikhususkan mengelola pelabuhan umum yang diusahakan, namun pengelolaan pelabuhan umum yang tidak diusahakan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. PERUM Pelabuhan dibagi menjadi 4 wilyah operasi yang dibentuk berdasarkan Peraturan  Pemerintah Nomor 15 tahun 1983. Sejak tahun 1992 hingga sekarang status PERUM Pelabuhan kemudian diubah lagi menjadi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I – IV.


Dalam hal melamar pekerjaan di era sekarang ini persaingan tentunya sangat ketat. Ada banyak lowongan kerja yang setiap hari muncul di website-website lowongan kerja namun tidak sedikit pula jumlah pengangguran atau usia produktif yang belum mendapatkan pekerjaan. 

Bagi Anda yang ingin mengajukan lamaran ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) diharapkan mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tes seperti Tes Psikotes, Tes Wawancara Kerja dan sebagainya. Hal ini mengingat lowongan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memiliki peminat yang sangat tinggi.

Untuk itulah pada kesempatan ini kami berikan beberapa soal psikotes/tpa yang sering keluar dalam tes penerimaan pegawai baru PT Pelindo. Di halaman ini Anda bisa membaca soal-soal psikotes/tpa gratis ini tanpa download dimana soal-soal sudah dilengkapi dengan kunci jawaban pembahasan. 

Soal latihan ini tentunya tidaklah cukup untuk membuat Anda menjadi mahir atau menguasai psikotes/tpa. Bagi Anda yang ingin men-download kumpulan soal Psikotes dan mendapatkan ebook soal dan pelatihan psikotes secara lengkap dengan file pdf yang merupakan kisi-kisi soal psikotes PT Pelindo sebaiknya daftar disini

Soal Psikotes/TPA PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I II III IV Gratis

1. Kata yang tidak cocok digunakan dalam komunikasi tulis resmi terdapat pada ....
a.Mengubah haluan
b.Mengukuhkan jabatan
c.Memantapkan jai diri
d.Menjajaki pendapat umum
e.Bertekat bulat

2. Kata sarapan yang cocok digunakan dalam komunikasi tulis resmi terdapat pada ...
a.Azas partal
b.Sikap emosionil
c.Aktifitas anak
d.Segi kognitif
e.Sujut syukur

3. Fungsi pembukaan UUD 1945 alinea IV, yang mencantumkan dasar negara yang
tersusun secara hierarki dan piramida di Indonesia menjadi....
a.Filter bagi masuknya budaya asing
b.Sumber budaya bangsa
c.Petunjuk pelaksanaan peraturan
d.Sumber hukum yang berlaku

4. Keunggulan demokrasi Pancasila dalam setiap pengambil keputusan ialah...
a.Hasil keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan
b.Kepentingan tiap individu didahulukan
c.Pengambil keputusan oleh pimpinan rapat
d.Keputusan diambil melalui musyawarah mufakat
e.Masalahharus diselesaikan dengan hati-hati

5. paabila didasarkan pada ajaran Trias Politika, yang dikenal dengan teori pemisahan kekuasaan negara, maka penetapan APBN menurut UUD 1945 merupakan campur tangan...
a.Presiden dalam kekuasaan Dewan Perwakilan Rakyat
b.Dewan Perwakilan Rakyat dalam kekuasaan presiden
c.Presiden dalam kekuasaan Mahkamah Agung
d.Mahkamah Agung dalamkekuasaan Presiden
e.DPR dalam kekuasaan Mahkamah Agung

6. Jika dibandingkan dengan kabinet parlementer kelebihan kabinet presidentil adalah
dalam hal...
a.Pembentukan kabinet sangat demokratis
b.Jalannya pemerintahan lebih setabil
c.Para menteri bertanggung jawab secara kolektif
d.Para meneri dapat diganti sewaktu-waktu
e.Pemerintahan lebih mencerminkan aspirasi rakyat

7. Untuk melindungi perdagangan, VOC diberi ....
a.Keleluasaan membuat kapal-kapal perangnya sendiri
b.Hak octrooi
c.Keleluasaan mengekspor rempah-rempah ke pasar Eropa
d.Armada dengan tentara sewaan yang kuat
e.Izin untuk meberlakukan Punale Sanctie

8. Jatuhnya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia seperti Gowa, Mataram, Banten, dan Aceh yang berlangsung dari sekitar 1680 hingga 1750 ke tangan Belanda menandai awal dari...
a.Hancurnya perdagangan rempah-rempah
b.Mulai terciptanya kesatuan wilaah di Indonesia
c.Pendidikan barat masuk ke Indonesia
d.Munculna perlawanan terhadap kekuasaan Belanda
e.Berakhirnya pengaruh Portugis di Indonesia

9.Ciri utama sistem ekonomi kerakyatan adalah penegakan prinsip keadilan dan demokrasi disertai kepedulian ...
a. Terhadap peningkatan ekspor
b. Terhadap tenaga wanita
c. Terhadap yang lemah
d. Menghadapi globalisasi
e. Terhadap pertahanan nasional

10.Untuk menanggulangi banyaknya tenaga kerja yang menganggur dan setengah menganggur, salah satu jalan keluarnya ialah dengan ....
a. Memperbaiki sektor industri
b. Memperluas kesempatan kerja
c. Memperluas pendidikan
d. Memanfaatkan sumber daya alam
e. Meminta bantuan luar negeri

Jawaban Soal Psikotes/TPA PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I II III IV 
1. c.Aktifitas anak
2. d.Menjajaki pendapat umum
3. e.Ciri dan karakteristik bangsa
4. d.Keputusan diambil melalui musyawarah mufakat
5. a.Presiden dalam kekuasaan Dewan Perwakilan Rakyat
6. b.Jalannya pemerintahan lebih setabil
7. d.Armada dengan tentara sewaan yang kuat
8. d.Munculna perlawanan terhadap kekuasaan Belanda
9. c. Terhadap yang lemah
10. b. Memperluas kesempatan kerja

KLIK UNTUK MENDAPATKAN SOAL DAN KUNCI JAWABAN PSIKOTES


FAST RESPONS 0856 4922 8384

soal soal tes psikotes, contoh psikotes bank, soal psikotes 2014, psikotes soal, psikotes bank, soal tes psikotes kerja, psikotes menggambar, jawaban psikotes, tes kerja online, contoh soal tes psikotes kerja, soal tes psikolog, tes masuk kerja, soal soal tes psikologi, soal psikotes polri 2013, soal-soal psikotes terbaru, contoh ujian psikotes, psikotest karyawan, download contoh soal psikotes,